1. Rangkul beberapa kalangan untuk menjadi Brand Ambassador
Tak bisa kita pungkiri bila kehadiran Brand Ambassador menjadi
salah satu alat promosi yang cukup efektif. Dalam hal ini, tentunya
tidak harus menyewa artis terkenal dengan bayaran yang sangat mahal,
namun bisa memanfaatkan tokoh masyarakat ataupun orang-orang di sekitar
yang sekiranya memiliki prestasi cukup bagus sebagai duta produk.
Misalnya saja dengan menggandeng para atlet lokal, para pelajar yang
memenangkan olimpiade sains tingkat dunia, dan lain sebagainya.
2. Menawarkan pemasaran kreatif melalui situs pertemanan
Merealisasikan ide pemasaran unik ternyata tidak hanya melalui dunia
nyata saja. Namun juga, bisa menawarkan pemasaran kreatif melalui situs
pertemanan (jejaring social) yang bisa dijangkau seluruh konsumen dengan
mudah dan murah menggunakan jaringan internet.
Bila restoran Steak Kiloan memberikan kebebasan bagi para konsumen
untuk memilih ukuran daging sesuai dengan selera, pelaku bisnis Steak
Hotel Holycow lebih memanfaatkan twitter untuk mempromosikan
restorannya.
Caranya yakni dengan memberikan satu porsi tiramisu gratis pada
setiap pelanggan yang mention @holycowsteak dalam tweetnya. Strategi
tersebut cukuplah sukses, sehingga wajar adanya bila setiap hari para
konsumen rela mengantri untuk menikmati seporsi steak hotel ala Holycow
dan mendapatkan tiramisu gratis dari aktivitas mention yang mereka
lakukan.
3. Ciptakan sesuatu yang berbeda
Ketika yang lainnya mulai seragam, coba tampil sesuatu yang beda untuk
mendapatkan perhatian khusus dari para konsumen. Contohnya saja seperti
kesuksesan strategi pemasaran yang dijalankan restoran “Steak Kiloan” di
Jakarta Timur, dimana mereka menjual steak berdasarkan berat daging
(per kilogram), sehingga para pengunjung bisa memilih sendiri daging
sapi yang akan mereka santap dan menyesuaikan ukurannya dengan perut
serta kondisi kantong dompet masing-masing.
Dengan konsep pemasaran yang terbilang unik (pertama di Indonesia)
ini, tidak heran bila restoran Steak Kiloan tersebut selalu ramai
dikunjungi konsumen dan mendatangkan omset penjualan yang cukup besar
setiap harinya.
4. Libatkan peran aktif para konsumen
Selain menggandeng beberapa public figure sebagai brand
ambassador produk yang akan di pasarkan, selanjutnya juga bisa
melibatkan para konsumen untuk berperan aktif dalam menjalankan strategi
promosi.
Dengan dicontohkan seperti strategi promosi produk kosmetik Pond’s melalui program promosinya Pond’s Make it Happen,
sang produsen ingin membangun loyalitas konsumen dengan mengajak mereka
untuk bisa mewujudkan mimpi atau cita-citanya bersama produk Pond’s.
5. Jadilah solusi bagi permasalahan konsumen
Ketika memasarkan produk ataupun jasa, yang terpenting adalah pahami
kebutuhan konsumen dan jadilah solusi bagi permasalahan yang mereka
hadapi. Strategi seperti ini bisa dilihat dari iklan produk baru
Unilever “Pure it” (pemurni air) untuk keluarga yang
menggunakan teknologi canggih, sehingga bisa menghasilkan air minum yang
aman dikonsumsi tanpa perlu membutuhkan bahan bakar gas maupun listrik.
Melalui terobosan baru yang diciptakan, tidak menutup kemungkinan
bila kedepannya para konsumen akan tertarik dengan produk yang akan
tawarkan dan semakin loyal dengan perusahaan yang akan dijalankan. (BinisUkm / HN)